-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Apresiasi Dedikasi Korlantas, Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo Serukan Keselamatan Berlalu Lintas

| September 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T05:45:29Z
LAMONGAN, SAMPANTAO NEWS — Keluarga besar MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, turut memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang jatuh pada 22 September 2026. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sekaligus mengajak masyarakat, khususnya pelajar, meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas.

Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada jajaran Korlantas Polri atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di berbagai wilayah Indonesia.

Mengusung semangat “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, budaya tertib dan disiplin di jalan harus dibangun sejak dini, terutama di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Suparno.

Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran berlalu lintas kepada peserta didik. Edukasi mengenai keselamatan jalan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap rambu dan peraturan lalu lintas, tetapi juga pembentukan karakter disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai keselamatan orang lain.

Suparno mengajak seluruh warga madrasah dan masyarakat untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga ketertiban saat berkendara, serta menghormati sesama pengguna jalan.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas seharusnya tidak semata-mata dilakukan karena khawatir terhadap sanksi atau tilang. Lebih dari itu, kepatuhan merupakan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Keselamatan harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban ketika ada pengawasan. Dengan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman,” lanjutnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antara lembaga pendidikan, kepolisian, keluarga, dan masyarakat dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pemahaman mengenai disiplin dan keselamatan di jalan dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, keluarga besar MTs Muhammadiyah 20 Menongo berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya di wilayah Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dan Jawa Timur.

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan merupakan kepentingan bersama. Dimulai dari disiplin diri, menghormati sesama pengguna jalan, dan mematuhi aturan lalu lintas.[SAM]
×
Berita Terbaru Update