PERDAGANGAN, SAMPANTAO NEWS — Masyarakat Kecamatan Bandar kembali mempertanyakan respons pemerintah terhadap persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Sorotan muncul ketika masyarakat membandingkan kecepatan pemerintah dalam merespons penertiban pedagang untuk pembangunan proyek BLK dengan penanganan keluhan warga terkait pasir dan debu yang bertebaran sepanjang Jalan Perdagangan.
Dalam persoalan penertiban pedagang, respons pemerintah dinilai begitu cepat. Namun, ketika masyarakat menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan yang dipenuhi pasir dan debu, warga mengaku harus menunggu hingga hampir dua minggu tanpa mendapatkan tanggapan yang dianggap memadai.
Cepat Saat Menertibkan, Lambat Saat Menjawab Keluhan Warga?
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa persoalan yang menyangkut kepentingan dan kenyamanan warga justru terkesan berjalan lambat?
Keluhan mengenai pasir dan debu bukan sekadar persoalan kecil. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tentu berharap ada perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait.
Masyarakat tentu tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya berharap pemerintah hadir secara adil, cepat, dan responsif, baik ketika menjalankan program pembangunan maupun ketika menerima keluhan masyarakat.
Pembangunan Penting, Tetapi Kepentingan Warga Juga Harus Didengar
Pembangunan BLK merupakan bagian dari upaya pembangunan yang tentunya perlu didukung. Namun, pembangunan seharusnya tetap berjalan dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Jangan sampai muncul kesan bahwa pemerintah lebih cepat bertindak ketika memiliki kepentingan dalam menjalankan sebuah proyek, tetapi lambat ketika masyarakat meminta solusi atas persoalan yang mereka alami.
Sampantao News mendorong pemerintah Kecamatan Bandar dan pihak terkait untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai keluhan pasir dan debu tersebut serta langkah konkret yang akan dilakukan.
Sebab pemerintah hadir bukan hanya untuk menjalankan pembangunan, tetapi juga untuk mendengar, melayani, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Kini masyarakat menunggu satu hal sederhana: kapan keluhan mereka benar-benar ditanggapi dan ditindaklanjuti?[IR]