-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bocah 7 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Bibinya di Sidikalang, Polisi Dalami Motif

| Agustus 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-21T19:08:20Z
DAIRI, SAMPANTAONEWS.COM -  Seorang bocah laki-laki berinisial AGP (7) diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya sendiri. AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan sejumlah luka pada tubuhnya di Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Kondisi AGP yang penuh luka, mulai dari bagian wajah hingga kaki, kemudian menjadi perhatian setelah kejadian tersebut viral di media sosial.

Mendapat laporan terkait kondisi bocah tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Dairi bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi langsung mendatangi lokasi untuk menyelamatkan korban.

Namun, proses evakuasi sempat mengalami kendala setelah seorang perempuan berinisial RS (52) melarang petugas membawa AGP. Setelah petugas memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan, RS akhirnya mengizinkan AGP dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.

AGP kemudian dievakuasi ke RSUD Sidikalang untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan. Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan kondisi AGP saat ini mulai stabil dan masih dalam pengawasan tim medis.

“Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil,” ujar Syahril.

Dari hasil pendekatan yang dilakukan secara intensif, AGP mengungkapkan bahwa perempuan berinisial RS merupakan “Mak Tua” atau bibinya. Kepada petugas, AGP juga menceritakan bahwa dirinya diduga kerap mendapat tindakan kekerasan fisik.

Menurut Syahril, RS merupakan sosok yang paling ditakuti oleh AGP. Kondisi tersebut diduga membuat korban selama ini tidak berani menceritakan ataupun melaporkan kekerasan yang dialaminya.

“RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan visum, ditemukan sejumlah luka pada tubuh AGP. Di antaranya luka pada bagian bibir, lebam pada tangan kiri, serta luka pada bagian tubuh dan kaki kanan yang sudah mengalami infeksi hingga bernanah.

Tidak hanya AGP, dari keterangan korban juga terungkap bahwa adiknya, AP (6), diduga mengalami luka-luka akibat tindakan RS. Dengan demikian, polisi kini menangani dugaan kekerasan yang melibatkan dua orang anak sebagai korban.

Saat ini, RS telah dibawa ke Sat Reskrim Polres Dairi untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara AGP dan AP telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Sidikalang.

Polres Dairi masih mendalami motif, kronologi, serta rangkaian dugaan kekerasan yang dialami kedua bocah tersebut. Penanganan kasus dilakukan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi untuk mengungkap secara jelas apa yang sebenarnya terjadi terhadap kedua korban.[Red]
×
Berita Terbaru Update