-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bincang Lintas Elemen di Perdagangan: Dari Gagasan Imlek Fair hingga Penataan Kota

| Agustus 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T19:09:41Z
PERDAGANGAN, SAMPANTAONEWS.COM — Semangat membangun Kota Perdagangan yang lebih tertata, hidup dan memiliki daya tarik menjadi topik utama dalam perbincangan antara insan media, tokoh pemuda, pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat, Selasa (18/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di cafe The 125 Delight dalam suasana santai namun penuh gagasan tersebut dihadiri Lurah Perdagangan I M. Asril Nasution, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta sejumlah insan media. Berbagai ide disampaikan untuk melihat apa saja yang dapat dilakukan bersama agar Kota Perdagangan ke depan semakin berkembang.

Salah satu gagasan menarik datang dari surianto (Ahok universal) , tokoh masyarakat Tionghoa, yang mengusulkan penyelenggaraan Imlek Fair di Perdagangan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya Tionghoa, tetapi dapat dikembangkan menjadi sebuah event yang memadukan budaya Tionghoa dengan berbagai budaya yang hidup dan berkembang di Simalungun.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas, sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya dan mendorong geliat ekonomi masyarakat melalui UMKM serta pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Hendra Sukmana Sinaga,S.Kom., M.H., menekankan pentingnya membangun komunikasi dan pendekatan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, anggota DPRD dan para pengusaha.

Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya agar potensi Perdagangan dapat dikembangkan secara maksimal.

Di sisi lain, H. Nursamsi Adnan, S.P., M.M. Dan Pak raden menyampaikan harapan agar ke depan,Islamic Center dapat menjadi ruang publik sekaligus pusat kegiatan keagamaan, sosial dan kegiatan positif lainnya bagi masyarakat.

Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang berkegiatan yang representatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, James, Kepala Lingkungan (Kepling) Kota, turut menyampaikan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam penataan kota. Di antaranya persoalan pasir yang masih berada di sejumlah ruas jalan serta kebutuhan penerangan atau lampu jalan agar kawasan kota semakin bersih, aman dan nyaman bagi masyarakat.

Berbagai masukan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Perdagangan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga menyangkut kebersihan, penerangan, ruang publik, kebudayaan, kegiatan pemuda, ekonomi kreatif dan event yang mampu menghidupkan suasana kota.

Dalam pertemuan tersebut, SampantaoNews.com dan Perda.id juga menyatakan kesiapan untuk membantu dari sisi publikasi. Media diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi dengan mengangkat potensi, gagasan, kegiatan positif serta berbagai perkembangan yang terjadi di Kota Perdagangan.

Membangun Kota Tidak Bisa Sendiri

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai gagasan dari elemen masyarakat. Mulai dari Imlek Fair lintas budaya, Islamic Center sebagai ruang publik, pendekatan dengan pemerintah dan dunia usaha, hingga penataan kebersihan serta penerangan kota.

Kini tantangannya adalah bagaimana gagasan tersebut dapat diwujudkan secara bertahap dan terukur.

Semoga pertemuan dan sinergi lintas elemen ini tidak berhenti sebagai bincang-bincang, tetapi mampu melahirkan program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat kompak bergerak dan berdampak, Perdagangan diharapkan dapat tumbuh menjadi kota yang semakin tertata, nyaman, kreatif, berbudaya dan memiliki ruang bagi seluruh masyarakat untuk berkembang.[IR]
×
Berita Terbaru Update