-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau dan Ancaman Kebakaran

| September 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-28T10:42:09Z
LAMONGAN, SAMPANTAONEWS.COM — Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung di bantaran sungai tepat di bawah Jembatan Pasar Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu pemandangan, serta dikhawatirkan menghambat aliran sungai dan meningkatkan risiko kebakaran saat musim kemarau.

Pantauan di lokasi pada Minggu (27/9/2026) menunjukkan sampah plastik, botol bekas, limbah organik, hingga kotoran ternak menumpuk di sepanjang bantaran sungai. Sebagian timbunan bahkan menutupi area aliran air sehingga kondisi sungai nyaris tidak terlihat dari permukaan.

Lokasi tersebut berada di kawasan yang cukup ramai, tidak jauh dari Pasar Pahing Sugio dan berada di jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Sugio dengan Kedungpring. Aktivitas kendaraan dan masyarakat di sekitar lokasi berlangsung setiap hari.

Warga Keluhkan Bau Menyengat

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi lingkungan di sekitar jembatan yang dinilai semakin mengganggu.

“Bau dari pemotongan ayam itu sangat menyengat, apalagi musim kemarau seperti sekarang. Sampahnya menumpuk dan baunya bercampur dengan limbah ayam yang membusuk,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Menurut warga, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan estetika lingkungan. Tumpukan sampah yang mengering dinilai berpotensi terbakar, sedangkan ketika hujan turun, sampah dikhawatirkan terbawa arus dan menyumbat aliran sungai.

Limbah Rumah Potong Ayam Diduga Ikut Menumpuk

Selain sampah rumah tangga, di sekitar lokasi terdapat aktivitas pemotongan ayam. Warga menduga limbah dari aktivitas tersebut turut berkontribusi terhadap timbunan yang berada di bantaran dan sekitar aliran sungai.

Limbah yang disebut warga antara lain darah, jeroan, bulu, kotoran, serta sisa potongan ayam. Namun, dugaan mengenai sumber dan pola pembuangan limbah tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pengelola usaha maupun instansi yang berwenang.

Kondisi ini menjadi perhatian karena limbah organik yang menumpuk dapat menimbulkan bau ketika mengalami pembusukan. Sementara itu, sampah plastik yang berada dalam kondisi kering berpotensi menjadi bahan yang mudah terbakar apabila terdapat sumber api.

Warga: Kondisi Sudah Berlangsung Lama

Subekan, warga yang ditemui di sekitar lokasi, mengatakan persoalan sampah di bawah Jembatan Pasar Sugio bukan merupakan kondisi baru.

“Ini sangat mengganggu pemandangan. Jalurnya ramai dan dekat dengan pasar. Kalau kemarau, sampah kering seperti ini rawan terbakar. Kalau hujan, sampah bisa menyumbat aliran sungai,” kata Subekan.

Ia juga menunjuk rumpun bambu yang tumbuh di tengah timbunan sampah. Menurut dia, keberadaan tanaman tersebut menunjukkan bahwa sebagian sampah telah berada di lokasi dalam waktu cukup lama.

“Bambunya sudah besar. Artinya sampah ini bukan baru kemarin menumpuk,” ujarnya.

Aliran Sungai Nyaris Tertutup

Berdasarkan pantauan di lapangan, timbunan sampah terlihat berada di sejumlah bagian bantaran sungai. Di sekitar lokasi juga tampak pipa berukuran besar berwarna biru serta konstruksi jembatan baja yang menghubungkan kedua sisi sungai.

Rumpun bambu tumbuh di antara timbunan sampah. Pada beberapa bagian, aliran air masih terlihat, tetapi sebagian area lainnya tertutup material sampah dan vegetasi.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kapasitas aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan. Namun, diperlukan pemeriksaan teknis dari instansi berwenang untuk memastikan sejauh mana timbunan tersebut memengaruhi kapasitas dan fungsi aliran sungai.

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Warga berharap Pemerintah Desa, Kecamatan Sugio, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan segera melakukan penanganan.

Selain pembersihan, warga meminta adanya pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah dan limbah di sekitar sungai. Mereka juga mengusulkan pemasangan papan larangan membuang sampah serta penyediaan tempat pembuangan sampah yang memadai di sekitar kawasan pasar.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai sampah ini semakin menggunung. Sungainya juga perlu diselamatkan agar alirannya tidak terganggu,” kata Subekan.

Belum Ada Keterangan Resmi

Hingga berita ini disusun pada Minggu (28/9/2026), belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sugio, Kecamatan Sugio, maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan terkait penanganan timbunan sampah tersebut.

Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait telah diupayakan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi lokasi, kewenangan penanganan, serta dugaan pembuangan limbah dari aktivitas pemotongan ayam. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang diterima.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan sumber timbunan, kondisi kualitas lingkungan, serta langkah penanganan yang diperlukan.

Catatan: Dugaan keterlibatan aktivitas pemotongan ayam dalam penumpukan limbah masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak pengelola serta instansi berwenang.[SAM]
×
Berita Terbaru Update